Food

0 komentar
BEBEK SONGKEM
(Adorable food from Sampang)
            Jawa Timur memiliki banyak hal yang sangat menarik, daerahnya yang luas dan memiliki bentuk daratan serta lautan yang naik turun membuat setiap daerah memiliki keunikannya masing-masing. Setiap daerah umumnya memiliki ciri khas tersendiri, meskipun letak geografisnya sama tapi tidak membuat kebudayaan yang satu dengan yang lain sama. Banyaknya kebudayaan di Jawa Timur antara lain dalam hal ragam obyek wisata, panorama indah, peninggalan purbakala, wisata alam, agrowisata, wisata religi, wisata belanja, wisata kuliner dan lain-lain.
            Dari luasnya wilayah Jawa Timur, Pulau Madura merupakan pulau kecil yang ada di ujung timur dan dekat dengan Ibukota Jawa Timur yaitu Surabaya. Pulau Madura juga memiliki banyak kebudayaan di dalamnya. Dan salah satu kabupaten di Pulau Madura yaitu Kabupaten Sampang. Kabupaten Sampang terletak di tengah Pulau Madura sehingga letaknya sangat strategis. Banyak obyek menarik yang ada di sana, baik obyek wisatanya sampai dengan wisata kuliner.
            Contoh kuliner yang ada di Kabupaten Sampang misalnya cao ramok, kopi totoh, kacang lorjuk, dan bebek songkem. Bebek songkem merupakan makanan yang sangat khas dari Kabupaten Sampang karena rasanya yang nikmat dan cara membuatnya yang sangat sederhana, di tambah lagi bahan yang dibutuhkan juga tidak rumit. 

Karena rasa penasaran, saya dan teman-teman saya (Arnis, Mifta, dan Silvia) akhirnya melakukan kegiatan wawancara di festival kuliner Majapahit tanggal 17 Oktober 2014, kegiatan tersebut diselenggarakan di GOR Sidoarjo.
Narasumber  : Agustin Iva Wahyuni
Asal                 : Dinas Pariwisata Kabupaten Sampang, Madura

Sejarah
Makanan khas Kabupaten Sampang bebek songkem berawal dari Kerajaan Majapahit, yang saat itu salah satu dari anak Raja Majapahit akan melaksanakan acara khitanan. Karena yang akan dikhitan merupakan anak raja, maka akan dibuat sebuah acara yang dirayakan oleh kerajaan secara besar-besaran. Raja mengumumkan kepada seluruh rakyatnya untuk mengumpulkan semua bebek yang ada di Kabupaten Sampang. Karena saat itu Kabupaten Sampang merupakan wilayah yang memiliki banyak hasil ternak bebek. Bebek yang digunakan adalah bebek berleher pendek. Setelah semua bebek rakyat Sampang dikumpulkan, raja memerintahkan rakyatnya untuk memasak bebek itu bersama-sama. Raja Majapahitpun memerintahkan tukang dapurnya untuk memberi resep kepada penduduk Sampang. Akhirnya agar tidak repot dengan resep masakan, tukang dapur memberitahukan bahwa bebek dapat di masak dengan bumbu yang sederhana yaitu garam dan cabai rawit.

Asal Mula Kata Bebek Songkem
Bebek memiliki banyak jenis, yang digunakan sebagai bahan utama bebek songkem adalah bebek yang berleher pendek. Bebek berleher pendek ini memiliki bentuk seperti orang yang sedang sungkem. Pengertian sungkem sendiri adalah posisi menyembah. Posisi ini misalnya dilakukan saat rakyat akan menghadap rajanya, atau jika pada zaman sekarang seperti posisi anak yang menghormati orang tuanya. Jadi kata songkem berasal dari kata sungkem. Selain karena jenis bebek yang digunakan, kata songkem juga diperoleh dari cara memasak bebek. Saat bebek akan dimasak, bebek diletakkan dalam posisi sungkem.

Kapan disajikan
Bebek songkem biasanya disajikan oleh masyarakat Sampang pada acara hajatan seperti acara khitanan, acara pernikahan, dan acara maulid nabi.

Bahan untuk Membuat Bebek Songkem
Bebek, garam, cabai rawit

Cara Memasak Bebek Songkem
  1. Bebek harus dicuci sampai bersih dengan air mengalir.
  2. Siapkan daun pisang yang telah bersih tanpa dibuang pelepah pisangnya. Jadi daun pisang dibiarkan utuh.
  3. Bumbu yang hanya terdiri dari garam dan cabai rawit di ulek dengan cobek hingga tercampur dan sedikit halus.
  4. Setelah bumbu halus, dioleskan hingga merata pada bebek.
  5. Setelah bebek diolesi dengan merata, bebek dibungkus dengan daun pisang.
  6. Lalu bebek dikukus selama tiga sampai lima jam di dalam kuali, dan dikukus bukan menggunakan kompor, melainkan tungku.
Karena proses memasaknya yang tradisional dan masih dipertahankan hingga saat ini, membuat bebek songkem memiliki rasa yang khas dan tidak pernah berubah dari waktu ke waktu.

Sumber :
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Brosur)

 

My World 2.0 Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea