“Kenapa sih ngefans sama Justin?” ♥
“Kenapa sih ngefans sama Justin?” kalimat tanya ini udah
aku denger ratusan kali dan ditanyakan oleh orang-orang yang berbeda
disepanjang hidupku. Hem aneh kan? Emang aku nggak boleh ngefans sama orang
apa. Ini menyangkut Hak Asasi manusia dan demokrasi tau.
Awal mula dari kalimat tanya tersebut adalah saat aku duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama, waktu itu aku kelas 9 di tahun 2009. Ada seorang teman yang update banget masalah lagu Amerika dateng kebangkuku. Dia ngasih aku satu lagu judulnya “Baby” penyanyinya Justin Bieber. Sampai rumah iseng aku dengerin itu lagu. Eh nah loh lagunya asyik menurutku, dari awal ndengerin langsung jatuh cinta. Nggak lama setelah aku save itu lagu di handphone, Amerika buming gara-gara 10 orang gadis di Amerika patah tulang kaki karena keinjak-injak saat akan menyaksikan perform Justin Bieber. Kaget kan denger berita itu, timbul pertanyaan “Justin Bieber it kayak apa sih?” Setelah dengerin lagu “Baby” yang aku suka, aku search lagu-lagunya yang lain dan aku juga suka semuanya, ditambah lagi saat itu dunia lagi buming banget sama sosok Justin yang digadang-gadang adalah calon pengganti Michael Jackson.
Dikotak Google aku ketik “Justin Bieber” dan jeng jeng jeng, seorang anak seumuranku yang mukanya super cute. Hahaha seiring berjalannya waktu ngefans lah aku sama si Justin ini.
Kalimat tanya pertama. “Kenapa sih ngefans sama Justin? Dia kan Cuma artis YouTube” Waduh baru aja ngefans udah ada cobaan. Begini... memang selama ini banyak artis yang terkenal lewat YouTube, tampang nggak bisa di jual, suara nggak jelas mirip bajaj tapi mereka upload video yang menurut banyak orang gokil dan jadi trends maka akan dengan mudah mereka jadi artis dadakan, tapi akan dengan mudah juga mereka punah dari dunia keartisan. Justin beda lagi ! Mamanya yang bernama Pattie Mallette telah mengunggah video Justin di YouTube dari dia masih kecil. Dari kecil Justin memang anak yang aktif suka bernyanyi, bermain musik, dan memukul segala benda didekatnya seperti memukul drum. Semua itu diunggah hingga berjumlah puluhan sampai akhirnya salah satu video dimana Justin bernyanyi lagu “With You” dilihat oleh Scoter Braun. Jadi Justin bisa jadi artis bukan karena video YouTube dadakan, tapi dari usaha dan kesabaran sang Mama.
Awal mula dari kalimat tanya tersebut adalah saat aku duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama, waktu itu aku kelas 9 di tahun 2009. Ada seorang teman yang update banget masalah lagu Amerika dateng kebangkuku. Dia ngasih aku satu lagu judulnya “Baby” penyanyinya Justin Bieber. Sampai rumah iseng aku dengerin itu lagu. Eh nah loh lagunya asyik menurutku, dari awal ndengerin langsung jatuh cinta. Nggak lama setelah aku save itu lagu di handphone, Amerika buming gara-gara 10 orang gadis di Amerika patah tulang kaki karena keinjak-injak saat akan menyaksikan perform Justin Bieber. Kaget kan denger berita itu, timbul pertanyaan “Justin Bieber it kayak apa sih?” Setelah dengerin lagu “Baby” yang aku suka, aku search lagu-lagunya yang lain dan aku juga suka semuanya, ditambah lagi saat itu dunia lagi buming banget sama sosok Justin yang digadang-gadang adalah calon pengganti Michael Jackson.
Dikotak Google aku ketik “Justin Bieber” dan jeng jeng jeng, seorang anak seumuranku yang mukanya super cute. Hahaha seiring berjalannya waktu ngefans lah aku sama si Justin ini.
Kalimat tanya pertama. “Kenapa sih ngefans sama Justin? Dia kan Cuma artis YouTube” Waduh baru aja ngefans udah ada cobaan. Begini... memang selama ini banyak artis yang terkenal lewat YouTube, tampang nggak bisa di jual, suara nggak jelas mirip bajaj tapi mereka upload video yang menurut banyak orang gokil dan jadi trends maka akan dengan mudah mereka jadi artis dadakan, tapi akan dengan mudah juga mereka punah dari dunia keartisan. Justin beda lagi ! Mamanya yang bernama Pattie Mallette telah mengunggah video Justin di YouTube dari dia masih kecil. Dari kecil Justin memang anak yang aktif suka bernyanyi, bermain musik, dan memukul segala benda didekatnya seperti memukul drum. Semua itu diunggah hingga berjumlah puluhan sampai akhirnya salah satu video dimana Justin bernyanyi lagu “With You” dilihat oleh Scoter Braun. Jadi Justin bisa jadi artis bukan karena video YouTube dadakan, tapi dari usaha dan kesabaran sang Mama.
Kalimat tanya kedua. “Kenapa sih ngefans sama Justin?
Justin kan pedofil” Waduh waduh ini fitnah datang dari mana yah. Males buat
jawab deh, yang bilang begitu adalah orang iri diluar sana yang tak bertanggung
jawab dan cari sensasi. Dapat dibuktikan bahwa Justin mempunyai pacar yaitu
seorang perempuan seumurannya.
Kalimat tanya ketiga. “Kenapa sih ngefans sama Justin?
Justin kan orang tua yang pake topeng anak-anak” Kalo yang ini super ngaco.
Mungkin yang mengajukan pertanyaan ini ke aku habis kejedot pintu kamar mandi
kali ya.
Kalimat tanya keempat. “Kenapa sih ngefans sama Justin? Lagunya nggak gentleman” Kalo ini masalah selera lah, kalo anda suka musik ngerock terus dengerin lagunya Justin ya jelas nggak nyambung.
Kalimat tanya keempat. “Kenapa sih ngefans sama Justin? Lagunya nggak gentleman” Kalo ini masalah selera lah, kalo anda suka musik ngerock terus dengerin lagunya Justin ya jelas nggak nyambung.
Kalimat tanya kelima. “Kenapa sih ngefans sama Justin?
Justin kan homo” Waduh aduh geleng-geleng Selena Gomez pacarnya Justin Bieber
waktu itu cowok apa cewek sih. Udah jelas-jelas cewek kan jadi pikirkan sendiri
!
Kalimat tanya keenam. “Kenapa sih ngefans sama Justin?
Sekarang dia banyak ulah” Kalo yang ini saya setuju. Banyak Psikolog, artis
senior, dan pengamat musik di Amerika yang mengingatkan Justin untuk
berhati-hati karena dia mengalami masa yang sangat berbeda dengan remaja pada
umumnya. Benar saja di masa remajanya Justin sudah mengantongi penghasilan yang
tidak sedikit, bahkan dia bisa dengan mudah membeli apa saja yang dia inginkan.
Kebanyakan remaja masih minta uang buat beli motor atau mobil, Justin udah bisa
beli jet pribadinya sendiri. Kebanyakan remaja pergi berlibur ke luar kota atau
keluar negeri, Justin udah bisa pergi berlibur ke luar angkasa. Kebanyakan
remaja masih minta uang pada orang tua, Justin udah bisa memberikan apapun yang
diinginkan orang tuanya. Belum lagi pujian dari orang penting dan fans yang
terlalu berlebihan sehingga membuat dia akan sulit melewati masa remajanya
dengan baik dan tanpa cobaan. Alhasil hal-hal buruk seperti hobinya ngebut di
jalan raya, pergi ke club malam, mentato tubuh, atau memakai baju yang kurang
sopan membuatnya di cap sebagai remaja yang tidak baik. Nah yang ini baru nggak
boleh ditiru. Maklum jadi kaya raya dan terkenal di masa peralihan memang
sulit. Ambil positifnya saja, di usia yang begitu belia Justin sudah punya
segalanya, aku kapan? Kamu kapan? Kita kapan?
Sederet kalimat tanya itu tidak mengubah sedikitpun pada
apa yang aku suka. Seperti apapun Justin itu adalah haknya sebagai manusia.
Yang terpenting adalah bagaimana dia bisa terus berkarya. Bagiku lagu-lagu
Justin semuanya penuh kenangan. Sedih, senang, bingung, sahabat, cinta, Tuhan,
orang yang disayangi, dan yang paling bagus adalah lagu-lagu motivasi yang dia
nyanyikan. Memberikan motivasi, tetap rendah hati, peduli pada sesama, dan
memberikan itu semua pada semua orang di dunia adalah Justin Drew Bieber.
Tujuan utamaku membuat postingan ini adalah agar aku nggak
repot, hahaha. Kalo ada yang tanya lagi “Kenapa sih ngefans sama Justin?”
tinggal copy URL Blogger ini aja, biar dibaca sendiri. Yay okeh ♥
"Jangan pedulikan para pembenci yang tak punya sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan daripada mengolok-olok orang yang cukup berani untuk melakukan semua itu. Keluar dari zona nyamanmu dan berjuang untuk itu!" (Justin Drew Bieber)



